Nawa Dewata atau yang lebih dikenal dengan Dewata Nawa Sanga berasal dari bahasa sansekerta, yaitu :
- Dewata, yang berarti Dewa-Dewa
- Nawa, yang berarti arah atau penjuru mata angin
- Sanga, yang berarti sembilan (9)
Jadi, Dewata Nawa Sanga dapat di artikan sebagai sembilan dewa atau manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang menjaga atau menguasai sembilan penjuru mata angin dalam konsep agama Hindu Dharma di Bali. Sembilan penguasa tersebut merupakan Dewa Siwa yang dikelilingin oleh delapan aspeknya. Diagram matahari bergambar Dewata Nawa Sanga dapat ditemukan dalam Surya Majapahit, lambang kerajaan Majapahit.
Kesembilan Dewa tersebut terdiri dari :
1. Dewa Wisnu
Dewa Wisnu menjaga dan menguasai arah Uttara atau Utara. Aksara sucinya adalah “A”. Istri atau saktinya adalah Dewi Sri. Senjatanya adalah Cakra. Kendaraan atau wahananya adalah Burung Garuda. Warnanya adalah Selem atau Hitam. Pura tempat pemujaannya adalah di Pura Ulundanu.
2. Dewa Sambhu
Dewa Sambhu menjaga dan menguasai arah Ersanya atau Timur Laut. Aksara sucinya adalah “Wa”. Istri atau saktinya adalah Dewi Mahadewi. Senjatanya adalah Trisula. Kendaraan atau wahananya adalah Wilmana. Warnanya adalah Pelung atau Biru. Pura tempat pemujaannya adalah di Pura Besakih.
3. Dewa Iswara
Dewa Iswara menjaga dan menguasai arah Purwa atau Timur. Aksara sucinya adalah “Sa”. Istri atau saktinya adalah Dewi Uma. Senjatanya adalah Bajra. Kendaraan atau wahananya adalah Gajah. Warnanya adalah Petak atau Putih. Pura tempat pemujaannya adalah di Pura Lempuyang.
4. Dewa Maheswara
Dewa Maheswara menjaga dan menguasai arah Genya atau Tenggara. Aksara sucinya adalah “Na”. Istri atau saktinya adalah Dewi Laksmi. Senjatanya adalah Dupa. Kendaraan atau wahananya adalah Macan. Warnanya adalah Dadu atau Merah Muda. Pura tempat pemujaannya adalah di Pura Goa Lawah.
5. Dewa Brahma
Dewa Brahma menjaga dan menguasai arah Daksina atau Selatan. Aksara sucinya adalah “Ba”. Istri atau saktinya adalah Dewi Saraswati. Senjatanya adalah Gada. Kendaraan atau wahananya adalah Angsa. Warnanya adalah Barak atau Merah. Pura tempat pemujaannya adalah di Pura Andakasa.
6. Dewa Rudra
Dewa Rudra menjaga dan menguasai arah Noritya atau Barat Daya. Aksara sucinya adalah “Ma”. Istri atau saktinya adalah Dewi Samodhi. Senjatanya adalah Moksala. Kendaraan atau wahananya adalah Kerbau. Warnanya adalah Jingga. Pura tempat pemujaannya adalah Pura Uluwatu.
7. Dewa Mahadewa
Dewa Mahadewa menjaga dan menguasai arah Pascima atau Barat. Aksara sucinya adlah “Ta”. Istri atau saktinya adalah Dewi Sachi. Senjatanya adalah Nagapasa. Kendaraan atau wahananya adalah Naga. Warnanya adalah Kuning. Pura tempat pemujaannya adalah di Pura Batukaru.
8. Dewa Sangakara
Dewa Sangkara menjaga dan menguasai arah Wayabya atau Barat Laut. Aksara sucinya adalah “Si”. Istri atau saktinya adalah Dewi Rodri. Senjatanya adalah Angkus. Kendaraan atau wahananya adalah Singa. Warnanya adalah Gadang atau Hijau. Pura tempat pemujaannya adalah di Pura Puncak Mangu.
9. Dewa Siwa
Dewa Siwa berada di Madya atau Tengah. Aksara sucinya adalah “I” atau “Ya”. Istri atau saktinya adalah Dewi Durga. Senjatanya adalah Padma. Kendaraan atau wahananya adalah Lembu Nandini. Warnanya adalah Pancawarna (Brumbun) atau 5 warna atau warna-warni (gabungan dari warna-warna para Dewa yang mengelilinginya).
Sekian pengetahuan yang dapat saya bagikan hari ini.
Terimakasih atas waktunya untuk membaca, suksma nggih 😉



























You must be logged in to post a comment.